Rabu, 17 April 2013

Bukit Teletubbies, Bromo.

Bukit Teletubbies, Bromo.

 Oleh Erik Purnama Putra

Mendaki bukan lagi sebuah aktivitas yang didominasi orang dewasa. Bagi yang suka berpergian, tidak jarang liburan akhir pekan keluarga diisi dengan mengahbiskan waktu di puncak gunung. Salah satu peralatan yang tidak boleh ketinggalan dibawa ketika memilih liburan di alam terbuka adalah sleeping bag alias kantong tidur. Alhasil, aktivitas mendaki dan perlengkapan tidur tersebut bagai dua hal yang saling tidak terpisahkan.

Sleeping bag memiliki fungsi sebagai kasur sekaligus pelindung badan saat berkemah atau berkegiatan di alam bebas. Kantong tidur yang fungsinya sebagai penghangat tubuh bukanlah sebuah pengganti kasur, tetapi merupakan barang pengganti kasur di kalau jauh dari tempat penginapan. Cara menggunakan kantong tidur ini juga tidak ribet. Pada dasarnya, kantong tidur tidak ubahnya merupakan selimut yang dapat ditutup dengan resleting (zipper) atau sejenisnya yang mirip pada beberapa bagian sisinya.

Bagi pendaki yang melakukan perjalanan di pegunungan tropis, sebaiknya memilih kantong tidur yang tidak terlalu tebal. Marmot Sawtooth adalah pilihan yang cocok karena peruntukannya dibuat untuk musim semi dan musim panas. Dengan kemampuan menahan suhu sampai 5 derajat celsius, maka dianggap cukup untuk dibawa di pegunungan tropis.

Untuk di daerah dengan udara ekstrem, merek Jack Wolfskin buatan Jerman bisa menjadi pilihan. Produk jenis Ayer’s Rock bisa digunakan dalam suhuekstrem sampai minus 5 derajat celsius. Bahan yang dipakai Softnylon berlapis bulu angsa. Panjangnya 210 cm dengan berat 550 gram dan lebar 36 x 17 cm. Ada juga yang panjangnya 230 cm dan beratnya sekitar 600 gram.

Belajar dari berbagai pengalaman, penggunaan kantung tidur tentu imbasnya dirasakan badan. Adapun kalau nekat hanya menggunakan selimut, dapat dipastikan rasa dingin menjadi teman sepanjang malam hari. Apapun alasannya, kantong tidur merupakan perlengkapan yang dibutuhkan selain tenda kalau memang berencana menginap di dataran tinggi atau puncak gunung.

Pengurus organisasi pecinta alam tertua di Indonesia Wanadri, Asep Rahmat mengatakan, kantong tidur tak bisa tidak dibawa kalau seseorang ingin bermalam di daerah dingin. Dengan membawa kantong tidur, kata dia, sama saja seolah pendaki memindahkan perlengkapan tidur ke alam terbuka. Selain praktis saat dibawa berpergian, juga bisa menjadi peralatan utama sebagai pelindung badan. Apalagi udara di dataran tinggi dijamin sangat dingin. Bahkan, daun saja bisa berselimut es pada pagi hari di puncak gunung tertentu.

Menghadapi itu, kata dia, bagi pendaki pemula yang memang memiliki nyali untuk menaklukkan alam disarankan untuk untuk membawa peralatan tidur praktis. Selain demi menjaga kesehatan, juga agar tidak menyusahkan rekan lainnya. Apalagi sekarang ada beragam jenis kantong tidur dengan ketahanan dingin yang berbeda-beda. Sehingga setiap orang bisa membawa sesuai kebutuhan dan kegunaannya.

“Peralatan satu ini untuk menghindari cuaca buruk, karena di atas biasanya cuaca mudah berubah,” kata Asep, Selasa (16/4). Ia menilai, kalau seorang meremehkan fungsi kantong tidur, dapat dipastikan setelah turun gunung kondisi fisiknya nge-drop atau bisa jatuh sakit. Itu lantaran daya tahan tubuh sangat berat untuk menghadapi cuaca dingin di kawasan pegunungan.

Ia mengatakan, kabar bagusnya, akhir-akhir ini pendaki semakin dimanjakan dengan berbagai variasi bentuk kantong tidur. Kalau merasa berat dan malas membawa, tersedia kantong tidur dengan ketebalan tipis. Keuntungannya, selain mudah dibawa karena ringan, juga tetap nyaman digunakan sebagai pelindung tubuh.

Pertimbangkan kenyamanan

Asep mengingatkan, faktor kenyamanan juga harus menjadi perhatian. Tidak dianjurkan bagi seseorang yang ingin naik gunung atau trip trekking menyewa kantong tidur yang berbau apek. Kadang kalau pinjam di rental, faktor kebersihan tidak dijaga hingga ketika digunakan malah membuat kulit menjadi gatal.

Menurut dia, seorang pendaki jangan sesekali meremehkan segala perlengkapan pendakian. Pasalnya, di alam bebas keadaan yang tidak terduga kadang bisa terjadi sewaktu-waktu. Sebab itu, langkah antisipatif diperlukan daripada kuratif, mengingat pertolongan medis di alam bebas hanya bisa dilakukan secara darurat. Butuh waktu lama, umpama terjadi hal-hal tidak diinginkan kalau harus mendapat perawatan di rumah sakit. “Yang penting bisa membuat tubuh terasa hangat, sehingga kesehatan bisa terjaga,” katanya.

Ia berpesan, kantong tidur ideal itu adalah yang bisa membungkus seluruh area badan yang perlu diilindungi dari sergapan udara dingin. Manfaat lainnya adalah mampu membuat setiap orang bisa tidur nyaman, tanpa cemas bagian tubuhnya tiba-tiba tersingkap keluar saat sedang bermimpi indah. “Juga harus punya fungsi keamanan, yaitu melindungi dari gigitan serangga atau binatang tidak terduga,” ujar Asep.

Sementara itu, Ketua Yayasan Palawa Indonesia Bayu Baruna memberi tips bagi pendaki yang enggan membawa peralatan berat. Ia menyatakan, kalau medan tidak terlalu ekstrem maka bisa membawa karung yang ringan. Selain mampu memberi kehangatan kepada tubuh saat dikenakan, juga tidak memakan tempat karena bisa dilipat.

Apalagi sekarang banyak model tipis dan praktis, sehingga sangat menunjang dibawa dalam keadaan mobilitas tinggi dan medan mentantang. Kalau dirasa tidur di dalam tenda sudah bisa memberikan kehangatan, ia menambahkan, pendaki bisa menggunakan yang kantong tidur tipis. Tapi, ia tetap menyarankan menggunakan kantong tidur tebal demi keamanan diri sendiri.

Bayu sering mendapati pendaki hanya menggunakan jaket tebal berlapis. Hal itu dianggapnya bukan sebuah masalah, asalkan seluruh tubuh terlindungi dari empasan angin dingin. Namun karena kadang ada celah udara masuk, tentu lebih efektif menghangatkan badan dengan menggunakan kantog tidur. “Semuanya juga tergantung situasinya,” katanya.

Menurut Bayu, kantong tidur sangat efektif dipakai bagi penderita hipotermia. Karena gejala dingin sedikit saja, bisa membuat mekanisme tubuh langsung drop. Sebelum keadaan lebih buruk menimpa siapa pun, ia menyarankan membawa kantong tidur merupakan pilihan bijak. Membawa perlengkapan tersebut termasuk sebuah keuntungan bagi yang ingin mendirikan tenda sekalipun di puncak gunung. “Ini demi safety yang pertama, dan pencegahan dari hal yang tidak terduga,” katanya.

Ukuran kantong tidur dan estimasi harga:

1. Ukuran kecil: 180 cm x 75 cm (Rp 165.000)

2. Ukuran medium: 220 cm x 75 cm (Rp 185.000)

3. Ukuran besar: 191 cm x 84 cm (Rp 225.000)

4. Ukuran super besar: 203 cm x 91 cm (Rp 275.000)

Sejarah kantong tidur

Sangat sedikit referensi yang menjelaskan tentang asal penggunaan kantong tidur hingga bentuknya seperti sekarang. Walaupun secara fungsinya kantong untuk tidur ini telah digunakan oleh nenek moyang manusia dalam mempertahankan tubuh dari cuaca ekstrem, namun sangat jarang ada literatur yang secara khusus mengulasnya. Namuan kalau dikaitkan dengan orang zaman dulu yang menggunakan bahan dari kulit binatang buruannya untuk digunakan sebagai pakaian penghangat tubuh, tentu manfaat kantong tidur sangat mirip seperti itu.

The Euklisia Rug alias karpet Euklisia yang dipatenkan untuk pertama kali oleh seorang pengusaha Sir Pryce Pryce-Jones pada 1876 dianggap menjadi cikal bakal lahirnya kantong tidur modern. Dikutip BBC, belum lama ini, pada akhir abad 19, ia dianggap oleh banyak orang telah menjadi pelopor pertama dari kantong tidur modern.

Salah satu dokumen pemerintah lokal Llandrindod Wells menjelaskan, gulungan kain wol yang dirancang Pryce-Jones berhasil dijual ke tentara Uni Soviet (Rusia) sebanyak 60 ribu buah. Saat itu, tidak ada warga yang menilai penting karpet lipatan yang halus itu bakal mendunia.

Pasalnya, mereka melihat kain itu tidak ubahnya seperti selimut yang diberi tali pengencang untuk digunakan sebagai pelindung tubuh di musim dingin. Bagi tentara Uni Soviet yang bertugas di daerah ekstrem dengan suhu di bawah 0 derajat celcius, adanya baju penghangat itu dirasa sangat bermanfaat sebab dapat mengisolasi panas tubuh saat tidur.

Usai seharian bekerja, tentu bisa tidur nyenyak merupakan anugerah tersendiri bagi para penjaga kedaulatan negara itu.. “Namun bentuk sederhana itu, pasti menjadi bonus besar bagi tentara, terutama di kawasan seperti Rusia,” demikian BBC menyimpulkan.

Advertisements