Rabu, 20 November 2013Scappa per Amore

Oleh Erik Purnama Putra 

Hati Diva sedang gundah gulana. Hubungannya dengan tunangannya berada dalam prahara. Di saat sedang bersedih hati, kantor menugaskannya ke luar negeri. Tidak ingin terus terbawa suasana hati, Diva memilih menerima tugas profesional. Harapannya, dengan pengalaman spiritual selama liputan akan membawanya kepada sebuah perenungan untuk menentukan langkah hidupnya.

Benar saja pilihannya. Perjalanan liputan ke Eropa  ternyata menghadirkan banyak pengalaman baru bagi Diva. Dia mengunjungi situs Islam di Belanda, Jerman, Prancis, Italia, Austria, dan Spanyol. Dia seperti menemukan arti cinta yang sebenarnya dan makna hidup.Setelah perjalanan itu, dia bisa mendapat inspirasi dan mampu bangkit dari keterpurukan.

“Perjalanan ke enam negara Eropa yang dirangkai Dini Fitria ini, mampu mengantarkan pembaca pada pemahaman tentang hidup sederhana, berdayaguna, dan sarat cinta,” puji sastrawan Taufik Ismail.

Scapa per Amore adalah novel yang berbasis kisah nyata yang artinya lari karena cinta. Judul berbahasa Italia itu dicetuskan oleh Sri Semiarti Sastropawiro. Dia adalah istri Wali Kota Monte Argentario, Arturo Cerulli, yang seorang mualaf. Penulis novel adalah Dini Fitria, yang membawakan acara ‘Jazirah Islam’ di Trans7.

Scappa per Amore seolah menjadi istilah yang tepat untuk menggambarkan suasana hati Diva. Dalam perjalanannya, dia berusaha mengumpulkan kembali serpihan hatinya yang sempat terburai karena cinta. Tidak seperti manusia, Tuhan seolah menegaskan posisinya tak pernah meninggalkan mereka yang mencintainya.

Justru di negara-negara tempat Islam menjadi minoritas itu lah Diva bertemu para pejuang kehidupan yang memberinya banyak pelajaran. Perjalanan ke Jerman mengantarkannya kepada sebuah komunitas Muslim yang hidup dengan kebanggaan atas identitas mereka. Di negara berjuluk Turki kecilnya Eropa tersebut, Diva menemukan fonomena religiusitas yang unik.

Di Kota Berlin, yang dulu menjadi pusat kekuasaan Hitler, ternyata memberi pemandangan lain tentang Islam. Banyak warga asli Jerman yang berbondong-bondong menjadi Muslim. Di sisi lain, ada juga orang Indonesia yang sudah kehilangan identitas diri, agama, dan budayanya.

Ketika di Italia, Diva bertemu Arturo Cerulli, wali kota Muslim satu-satunya di negeri Pizza, dan fotografer profesional Steffano Romano. Dari keduanya, dia memperoleh cerita menarik bagaimana hidayah Allah bisa masuk dari pintu mana saja. Cerulli memeluk Islam karena ajaran kemasyarakatan dan kenegaraan. Adapun, Romano memilih menjadi mualaf lewat karya fotografinya tentang perempuan berjilbab

Perjalanan Diva diakhiri di negeri Matador. Cerita tentang kejayaan Bani Umayyah di Andalusia yang tersohor ke seluruh dunia itu dengan mudah dijumpai di Cordoba dan Granada. Pengalaman paling mengharukan dirasakannya ketika meliput Mezquita Catedral.

Bangunan itu dulunya adalah Masjid Agung Cordoba yang dibangun Raja Abdurrahman III pada 1226 masehi. Ketika memandangi mihrab dan menyusuri kompleks, dia seolah terbawa ke lorong waktu masa kejayaan Islam di Eropa. Tidak salah, pada masa Bani Umayyah, Cordoba dijuluki the Greatest Centre of Learning di Eropa. Kunjungan terakhir dilakukan ke Istana Alhambra yang terletak di bukit La Sabica Granada.

Novel ini jauh dari kata membosankan. Penulis juga mendedahkan alur yang menggugah emosi pembaca. Hal itu terjadi ketika Diva mendengar mamanya sedang sakit parah hingga membuat konsentrasi perjalanannya berkeliling Eropa menjadi terganggu. Sebuah panggilan rindu dari mamanya sempat membuat hatinya cemas. Alhasil, Diva dilematis ketika harus memilih menunaikan tanggung jawabnya pada keluarga atau pekerjaan.

Judul               : Scappa per Amore

Penulis             : Dini Fitria

Penerbit           : Noura Books

Edisi                : 2013

Tebal               : xiii + 302 halaman

Advertisements