Lomba karya jurnalistik PT PGN 2014.

Lomba karya jurnalistik PT PGN 2014.

Jumat, 3 April 2015

Oleh Erik Purnama Putra

Tahun 2014, bisa menjadi momen keberuntungan bagi penulis. Berstatus sebagai wartawan Republika, penulis bukan sekadar mendapat keberuntungan, melainkan juga penuh keberkahan. Itu tidak lain, penulis beberapa kali memenangkan lomba, yang semuanya tidak pernah disangka-sangka.

Dimulai lomba Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, di mana tulisan penulis masuk kategori pemenang dan menyabet Rp 5 juta. Dari puluhan tulisan yang masuk, panitia menyaring lima besar dengan hadiah sama satu sama lainnya.

Pada pertengahan Juni, penulis meraih juara harapan 1 lomba Adicipta Mediatama 2013/2014 yang diselenggarakan Semen Indonesia (Persero). Atas capaian ini, hadiah Rp 5 juta bisa dibawa pulang. Prosesi penyerahan hadiah dilakukan di gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat.

Ada alasan khusus mengapa penyerahan hadiah diselenggarakan di sana. Pemilihan tempat di gedung Dewan Pers pada Jumat (14/6), memang terkait dengan acara penganugerahan Pena Emas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk Direktur Utama PT Semen Indonesia Dwi Soetjipto. Dwi yang kini menjabat dirut Pertamina dinilai berjasa dalam mendukung pengembangan dunia pers Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Pada pekan ketiga Oktober, penulis merebut juara 1 Anugerah Jurnalistik Aqua (AJA) IV yang dilaksanakan di Erasmus Huis, Kedutaan Belanda, Jakarta Selatan, Kamis (23/10) pukul 11.30 WIB. Lomba yang diadakan PT Tirta Investama, perusahaan induk Aqua ini paling berkesan. Itu disebabkan tulisan penulis sanggup menyisihkan 439 karya jurnalistik dari seluruh Indonesia.

Anugerah Jurnalistik Aqua (AJA) IV.

Anugerah Jurnalistik Aqua (AJA) IV.

Juri pun menghadiahkan uang tunai sebanyak Rp 15 juta. Sayangnya, artikel penulis gagal masuk ke dalam karya inspiratif dengan hadiah dua jurnalis jalan-jalan ke Evian, Prancis, untuk melihat pengolahan air bersih di sana.

Sebulan berselang, tulisan untuk lomba Sun Anugerah Caraka 2014 yang digelar PT Sun Life Financial masuk kategori pemenang hiburan. Hadiahnya cukup menarik, yaitu powerbank berbentuk mobil balap dan uang tunai Rp 1 juta.

Memasuki bulan Desember, penulis merebut juara 3 lomba karya tulis Kementerian Ketenagakerjaan. Penyerahan hadiah uang tunai sekitar Rp 5 juta dilakukan Menaker Hanif Dhakiri. Sepanjang 2014, sepertinya menjadi tahun keberkahan bagi penulis. Pasalnya, di luar rezeki melimpah tersebut, juga ada rezeki lain yang tidak diduga-duga.

Hanya berselang 11 hari atau pada 15 Desember, penulis menerima penghargaan lomba karya tulis PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Penyerahan hadiahnya dilakukan di halaman kantor pusat PGN, di Jakarta Barat, Senin (15/12) malam.

Hadiahnya tidak tanggung-tanggung sebesar Rp 35 juta. Yang mengagetkan, usai seremoni penyerahan hadiah dipanggung dan hiburan penyanyi Bung Citra Lestari, panitia langsung memberi uang cash dibungkus kertas berwarna coklat. Pulang ke kontrakan membawa uang sebanyak itu pada malam hari tentu sangat mengkhawatirkan.

Memasuki awal Februari, penulis dikagetkan dengan pengumuman lomba karya tulis ekonomi syariah yang dihelat Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES). Karena menyabet juara pertama, penulis mendapat hadiah Rp 25 juta, yang harus ditransfer ke rekening bank syariah. Tentu saja penulis menyanggupinya, lantaran setiap bulannya gaji yang masuk harus lewat Bank Syariah Mandiri (BSM).

Semoga saja, ke depannya masih banyak lomba yang bisa dimenangi. Amien…

Advertisements