Pemilik Harian Republika sekaligus Presiden Inter Milan, Erick Thohir bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Pemilik Harian Republika sekaligus Presiden Inter Milan, Erick Thohir bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Jumat, 1 Mei 2015

Oleh Erik Purnama Putra

Ada pengalaman menarik yang saya dapatkan ketika menghadiri acara kantor dalam penganugerahan Tokoh Perubahan Republika 2014 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat pada Kamis (30/4) malam WIB. Menjadi menarik lantaran yang dibincangkan adalah tentang Inter Milan.

Sembari menunggu acara dimulai, saat  sedang mengobrol bersama rekan Sammy Abdullah, tiba-tiba ada yang nimbrung. “Halo Bu Susie,” sapa teman saya. Rekan kantor saya tersebut ternyata sudah kenal dengan perempuan bernama Susie Hatadji itu.

Perkenalannya dimulai ketika ia meliput Olimpiade London 2012. Susie adalah salah satu petinggi Mahaka Media, salah satu unit perusahaan milik Erick Thohir. Ketika itu, ia mendampingi Erick yang berstatus sebagagai Komandan Kontingen Indonesia di Olimpiade London 2012. Diketahui pula, Susie sebelumnya juga memegang tanggung jawab untuk mengelola laman resmi Real Madrid versi bahasa Indonesia.

“Dia kaki tangan Pak Erick. Oleh media di Italia, ia disebut sebagai right hand advisor,” ujar Sammy bisik-bisik kepada saya. Saat ini, Susie yang lebih sering menetap di Italia menjadi semacam sekretaris Erick selama berada di negeri Pizza tersebut.

“Ini saya baru pulang dari Italia,” kata Susie. Perbincangan pun mengalir tentang situasi terkini yang dihadapi klub berjuluk Nerazzurri tersebut. Saya akhirnya bertanya tentang peluang Inter menghadapi sisa kompetisi musim 2014/15.

Susie menyoroti kekuatan klub asuhan Roberto Mancini tersebut. Dengan gamblang, ia menyebut dua pemain belakang, yang sering tampil buruk. Parahnya, nama yang disebutnya berstatus sebagai kapten, yaitu Andrea Ranocchia dan Juan Jesus.

“Ranocchia sebagai kapten tidak punya karakter. Juan Jesus sering blunder,” katanya. “(Nemanja) Vidic masih belum menemukan bentuk performa terbaiknya. Inter perlu beli pemain belakang baru,” begitu lah redaksional percakapan tersebut.

Dia pun menjawab diplomatis terkait kapan Inter bisa berjaya lagi. “Tunggu musim depan,” katanya sembari tertawa. Hanya saja, ia mengakui, La Beneamata masih mengalami masa transisi. Erick Thohir baru memegang kendali penuh pada musim ini. Obrolan singkat itu pun harus berakhir.

Ketika penyerahan piala Tokoh Perubahan Republika 2014, dimulai, ada beberapa kejadian lucu di panggung. Itu setelah Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam pidato penutupnya, secara tiba-tiba menyinggung tentang Inter Milan.

“Hidup Inter Milan,” teriak ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut yang disambut tawa seluruh hadirin. Erick yang juga pemilik Harian Republika saat itu tengah berada di panggung ikut tersenyum lebar. Erick pula yang menyerahkan piala kepada Din.

Penyanyi Kikan Namara di Tokoh Perubahan Republika 2014.

Penyanyi Kikan Namara di Tokoh Perubahan Republika 2014.

Din adalah satu dari lima orang peraih penghargaan itu. Mereka yang juga mendapatkan penghargaan yang sudah berusia 10 tahun tersebut adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, dan penggagas One Day One Juz (ODOJ) Bhayu Subrata dan Pratama Widodo.

Tamu undangan yang hadir di acara itu, antara lain Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, Menkominfo Rudiantara, Menakertrans Hanif Dhakiri, Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, serta mantan menkopolhukam Djoko Suyanto, serta beberapa tokoh lainnya.

Sebelumnya, pembawa acara Farhan dan Dewi Sandra juga menyentil Erick ketika akan naik ke panggung. “Silakan kepada presiden Inter, maksud saya pemilik Republika, Pak Erick Thohir,” ujar Farhan yang juga disambut tawa hadirin.

Ketika acara sudah usai, sekitar pukul 23.00 WIB, Erick menyalami para karyawannya. Sebelum meninggalkan kami untuk mengobrol bersama dengan Handy Soetedjo (salah satu pemilik saham Inter), Erick masih sempet menyinggung tentang berita Inter di Harian Republika.

Pemilik klub Liga Amerika Serikat (MLS) DC United tersebut menilai, Republika sering salah dalam memuat formasi Inter. “Fredy Guarin terkena akumulasi kartu kuning, tidak bisa main, ditulis menjadi starter,” cetus Erick dengan nada bercanda.

Beberapa awak redaksi yang berada di samping Erick pada tertawa cekikikan. Sebelum langkah Erick menjauh, Sammy yang merupakan seorang Juventini mendoakan agar Inter bisa lolos ke Liga Europa pada musim depan. “Mudah-mudahan, doakan saja ya,” kata mantan pemilik saham klub NBA Philadelphia 76ers itu.

Advertisements