Wakil KSAD Letjen Muhammad Munir.

Wakil KSAD Letjen Muhammad Munir.

Kamis, 30 Juli 2015

Oleh Erik Purnama Putra

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia melakukan mutasi besar-besaran di matra Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/593/VII/2015 tanggal 25 Juli 2015, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI telah ditetapkan mutasi jabatan 84 perwira tinggi (Pati) TNI. Khusus AD, tercatat sebanyak 48 perwira mengalami pergeseran.

“Mutasi ini dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja TNI melalui mutasi dan promosi Jabatan Personel di tingkat Strata Perwira Tinggi (Pati) TNI sehingga kinerja TNI ke depan lebih optimal,” ujar Kadispenum Puspen TNI Kolonel Czi Berlin G.

Ada satu posisi yang mutasinya terkesan janggal dan tidak biasa terjadi. Adalah Wakil KSAD Letjen Muhammad Munir yang digeser menjadi Pati Mabes TNI. Posisinya digantikan Mayjen Moh. Erwin Syafitri yang sebelumnya menjabat kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Dengan posisi seperti itu, Munir harus nonjob alias tidak mendapat jabatan apapun.

Dengan menyandang bintang tiga di pundak, Munir dalam posisi sulit. Pasalnya, jabatan yang ada di struktur TNI sudah terisi semua. Sempat beredar informasi, mantan Panglima Kostrad tersebut akan digeser sebagai Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas). Hanya saja, jabatan itu masih ditempati Letjen Waris hingga pensiun pada Desember mendatang.

Kondisi itu jelas sangat memprihatinkan bagi lulusan Akabri 1983 tersebut. Padahal secara rekam jejak, tak ada masalah dengan Munir. Sebelum ini, ia pun berkali-kali menduduki jabatan strategis. Di antaranya, Kasdivif 1/Kostrad (2010), Kasdam Jaya (2010), Pangdivif 2/Kostrad (2010), Pangdam III/Siliwangi (2011), Pangkostrad (2012), dan Wakil KSAD (2013-2015). Nyatanya, beda rezim, beda pula nasibnya.

Munir yang lahir di Kendal pada 28 Oktober 1958, baru pensiun 15 bulan lagi. Kini, karier mantan ajudan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut malah berhenti di tengah jalan. Padahal, sebelumnya, ia termasuk kandidat KSAD untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang menjadi Panglima TNI. Posisi KSAD kini diisi Jenderal Mulyono, yang sebelumnya menjadi Pangkostrad.

Danpaspampres era SBY
Dua Komandan Paspampres era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yaitu Mayjen Agus Sutomo dan Mayjen Doni Munardo juga mendapat tugas baru. Agus dari Pangdam Jaya naik satu bintang menjadi Komandan Kodiklat AD. Doni dari Danjen Kopassus menjadi Pangdam XVI/Pattimura. Mutasi keduanya meleset dari informasi yang beredar sebelumnya, di mana Agus akan menjabat Pangkostrad dan Doni menjadi Pangdam Jaya.

Agus menggantikan Letjen Lodewijk Freidrich Paulus yang memasuki masa pensiun. Karier Agus yang lulusan Akabri 1984 tersebut memang terus menanjak. Sebelum menjabat Pangdam Jaya, Agus menduduki posisi Danjen Kopassus dan Komandan Paspampres.

Sementara itu, Doni yang lulusan Akabri 1985 menggantikan Mayjen Wiyarto yang ditarik menjadi Aster Panglima TNI. Posisi Doni akan digantikan Brigjen Muhammad Herindra dari Kasdam III/Siliwangi. Herindra merupakan lulusan terbaik Akmil 1987 atau satu angkatan dengan Danpaspampres Mayjen Andika Perkasa.

Melihat rekam jejak Agus dan Doni, keduanya termasuk jenderal yang memiliki rekam jejak bagus. Sayangnya, kedua orang itu dikenal dekat dengan SBY. Tiadanya dukungan politik dari rezim penguasa sekarang, membuat Agus dan Doni untuk mendapat jabatan strategis akan lebih berat ke depannya.

Apalagi, kalau benar kursi lowong Pangdam Jaya akan diserahkan kepada Andika. Bukan tidak mungkin, menantu mantan Kepala BIN AM Hendropriyono tersebut akan menyalip keduanya hingga menduduki KSAD, atau bahkan Panglima TNI dalam empat sampai lima tahun mendatang.

Advertisements