Dua menu makanan Thailand, yaitu Tom Yam Noodle Seafod dan Phoi Thai.

Dua menu makanan Thailand, yaitu Tom Yam Noodle Seafod dan Phoi Thai.

Jumat, 13 Januari 2017

Oleh Erik Purnama Putra

Menikmati makanan Thailand di sebuah restoran khusus yang menjual menu makanan negeri Gajah Putih merupakan pengalaman pertama dalam hidup. Pengalaman itu penulis dapat setelah mencicipi dua menu yang dijual gerai Pad Thai/Viet 24 yang termasuk salah satu pujasera Eat and Eat di Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Setelah melihat belasan menu yang diberikan pramusaji, penulis memilih dua dua makanan, yaitu Pho Tai dan Tom Yam Noodle Seafood. Penulis sengaja memesan dua menu tersebut lantaran memang menggemari makanan berkuah. Ternyata dua hidangan yang tersaji tersebut memunculkan rasa gurih ketika dicicipi. Akibat racikan bumbu yang meresap ke dalam makanan, rasa kedua menu tersebut sangat pas di lidah. Penulis seolah langsung jatuh cinta pada gigitan pertama terhadap keduanya. 

Hanya perlu menunggu waktu sekitar 10 menit hingga kedua menu dihidangkan dalam keadaan panas. Bau aroma bumbu dari kedua mangkok sangat terasa di hidung hingga mampu menggugah selera makan. Ketika dua menu dihidangkan sekaligus, penulis mencicipi Tom Yam Noodle Seafood terlebih dulu. Tom Yam merupakan makanan asli Thailand yang sangat populer di Indonesia.

Mencoba menikmati Tom Yam Noodle Seafood dengan cara lain, penulis mencampurkan irisan cabai yang disediakan pramusaji ke dalam mangkuk.  Karena suka menikmati makanan pedas, hal pertama yang penulis lakukan tentu menyeruput kuah pedas tom yam yang mengandung santan tersebut. Bagi yang suka rasa manis, bisa mencampurkan saus yang disediakan. thailand

Dengan memakai sendok, isi tom yam sangat penuh dengan berbagai campuran sayuran, yaitu kacang panjang, wortel, seledrai, dan bawang memunculkan aroma sangat kuat di hidung. Dipadu dengan kuah pedas yang terasa masih panas, penulis menyisir semua sayuran yang ada dalam mangkuk.

Rasa panas, asam, dan pedas terasa saling beradu di lidah. Setelah separuh kuah tom yam sudah masuk ke dalam perut, tak terasa tiba-tiba keringat dingin muncul dan membasahi muka.

Setelah itu, baru jenis makanan laut yang dinikmati selanjutnya. Selain udang, tersedia juga irisan cumi yang kenyal kala digigit. Betapa enaknya makanan tom yam ketika dinikmati selagi perut dalam keadaan lapar. Sebagai pecinta makanan laut, penulis menggigit pelan-pelan udang dan cumi yang lunak yang dipadu dengan kuah berasa bumbu nan sedap. Menikmati satu porsi mangkok tom yam sudah bisa bikin kenyang.

Kemudian, menu Phoi Thai yang perlu dihabiskan. Makanan ini terbuat dari mi yang dicampur bersama tauge, irisan telur, dan bawang. Phoi Thai yang penulis pesan berisi makanan berkuah terdiri irisan daging shabu-shabu. Adapun tauge dan sayuran yang melengkapi makanan utama disajikan dalam mangkok terpisah.

Penulis mencampurkan tauge ke dalam Phoi Thai dengan keadaan kuah hangat. Tidak lupa, perasan jeruk nipis dicampurkan ke dalam kuah. Penulis seketika berkali-kali menggunakan sendok untuk mengambil kuah hingga tenggorokan ini terasa segar.

Setelah mengaduk-aduk agar bumbu semakin meresap, penulis mencicipi lebih dulu mi berukuran panjang dan tebal. Daging irisan yang jumlahnya mencapai belasan membuat menikmati menu ini terasa puas. Pasalnya, pembeli Phoi Thai tidak merasa rugi dengan isi makanan yang berjumlah cukup memuaskan. Perut terasa langsung penuh ketika irisan daging sapi yang lembut turun ke lambung. thaiii

Satu hal terpenting, menu makanan Thailand ini sudah mendapatkan label halal. Bagi penulis yang seorang Muslim, makanan halal jelas merupakan sebuah kebutuhan. Tentu saja, penulis bisa menikmati lagi makanan tersebut di momen-momen berikutnya, apalagi kalau mencobanya langsung di negeri Gajah Putih. Kalau hal itu terwujud, tentu seolah merupakan mimpi yang menjadi nyata. Semoga saja harapan itu bisa terwujud.

Advertisements