Buku Perkembangan Teknologi Komunikasi.

Buku Perkembangan Teknologi Komunikasi.

Senin, 31 Juli 2017

Oleh Erik Purnama Putra

Pernahkah kita mendapati ada beberapa orang atau sekelompok orang yang sedang berkumpul, tetapi mereka sibuk dengan melihat ponsel masing-masing? Bisa jadi kita pernah melihat pemandangan itu atau bahkan sering menemukannya di tempat-tempat tertentu. Mereka memang sedang bersama-sama di suatu tempat, namun sebenarnya orang itu tetap sendiri. Setiap orang asyik dengan gawainya masing-masing tanpa memedulikan orang.

Itulah yang dinamakan dengan alone together. Sebuah fenomena yang sangat mudah ditemukan di sebuah pusat perbelanjaan, warung makan, taman, hingga di dalam rumah sekali pun. Munculnya alone together membuat seseorang acuh hampa dengan aktivitas sekitarnya. Misalnya, meski ada ajang reuni dan berkumpul setelah tidak bertemu bertahun-tahun dengan teman-teman, namun saat sudah berkumpul di suatu tempat malah mereka sibuk bermain ponsel sendiri-sendiri.

Alhasil, mereka bersama-sama secara fisik, namun pikirannya bercabang sesuai kepentingan dan kebutuhan masing-masing. Alone together merupakan istilah khas yang melekat pada orang-orang yang sikap dan perilakunya dipengaruhi oleh keberadaan teknologi komunikasi, seperti internet (halaman 182).

Istilah alone together pernah dikenalkan oleh seorang guru besar bidang studi sosial di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Sherry Turkle, yang menyoroti munculnya tipe asosial, karena asyik dengan dunianya sendiri saat sedang menjelajah dunia maya, baik melalui laptop maupun dengan gawai di tangannya. Karena itu, mudah sekali saat ini ditemukan adanya orang yang saling berkumpul, namun jiwanya terpisah karena sibuk terfokus ke dunia maya.

Turkle dalam karya perdananya The Second Life: Computer and The Human Spirit yang terbit pada 1984, mempelajari bagaimana teknologi mengubah bukan hanya apa yang kita lakukan, tapi siapa jati diri kita. Ditambah dengan bertaburannya fitur media sosial (medsos) yang memberikan setiap kesenangan yang menggoda hingga membuat setiap orang merasa lupa diri dengan kehidupan nyata di sekitarnya.

Berkembangnya teknologi internet juga memunculkan perubahan sosial di masyarakat. Mereka menjadi miskin interaksi karena merasa sudah terhubung dengan orang lain di dunia maya. Tidak heran, ada orang yang akhirnya merasa kecanduan menggunakan medsos karena muncul keinginan untuk selalu ingin eksis dan berkomunikasi di dunia maya. Meskipun orang itu di dunia nyata bisa jadi malah jarang berinteraksi dengan orang lain.

Namun demikian, perkembangan internet juga tidak melulu memunculkan efek negatif. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari pengguna yang bisa menggunakan medsos secara bijak. Bahkan, ada pula orang yang mendapatkan penghasilan dengan memaksimalkan segala potensi medsos dengan menjelajahi dunia maya.

Yang jarang disadari, dunia maya juga kini turut berperan dalam mengawal demokrasi di Indonesia. Para warganet bisa menjadi agen penggerak perubahan dengan memunculkan tagar (hastag) tertentu ketika mereka mengkritik kebijakan pemerintah.

Ketika tagar itu menjadi puncak trending topic, bisa jadi akan mendapat perhatian hingga pejabat terkait meresponnya. Bahkan, warganet di Mesir mampu menghadirkan revolusi dengan menurunkan Husni Mubarak dari kursi pemerintahan, lantaran masyarakat tidak puas dengan pemerintahannya.

Dengan membaca buku Perkembangan Teknologi Komunikasi, kita bisa menangkap segala bentuk perkembangan teknologi maupun komunikasi yang diterapkan masyarakat era terkini. Penulis yang merupakan dosen jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang ini menjejalkan berbagai contoh materi yang sesuai dengan konteks teknologi modern saat ini. Meskipun berbicara tentang teknologi, namun karena ditulis memakai bahasa tutur, pembaca dapat dengan mudah memahami materi yang terkandung di dalamnya.

Sebagai kajian aktual, buku ini layak dijadikan acuan bacaan masyarakat digital agar terus kritis pada dampak negatif teknologi. Karenanya, penulis buku ini menekankan pentingnya literasi teknologi komunikasi agar pembaca tidak terjerembab pada ketergantungan teknologi.

Bagi siapa pun yang ingin melek dan tetap kritis pada perkembangan teknologi komunikasi, buku ini bisa menjadi pegangan dan panduan masyarakat agar bijak dalam menggunakan medsos. Kemunculan buku ini untuk mengatasi kelangkaan bacaan tentang perkembangan teknologi dan komunikasi mutakhir, yang juga bisa dijadikan bahan ajar perkuliahan di bidang ilmu komunikasi.

Judul : Perkembangan Teknologi Komunikasi
Penulis : Nurudin
Penerbit : Rajawali Pers
Tahun : April 2017-07-19
Halaman : xv + 217 halaman

Advertisements