Panglima TNI Masekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Panglima TNI Masekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Rabu, 4 April 2018

Oleh Erik Purnama Putra

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sepertinya langsung memanfaatkan kewenangannya yang besar untuk mengutak-atik posisi di jajaran TNI. Sejak resmi menjadi panglima TNI pada 8 Desember 2017 hingga akhir Maret 2018, tercatat ia sudah melakukan mutasi perwira tinggi (pati) sebanyak tujuh kali. Dengan kata lain, ia rata-rata mengubah banyak posisi strategis peninggalan Gatot, dua kali dalam sebulan.

Keputusan pertama yang dibuatnya, yaitu Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 pada 19 Desember 2017, yang menganulir keputusan mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Memang ketika Gatot akan diganti, ia sempat mengeluarkan keputusan mutasi beberapa pati. Namun, setelah Hadi menjabat panglima TNI ke-17, ia membatalkan mutasi 16 pati yang diteken Gatot. Continue reading

Advertisements