Category: Uncategorized


Senin, 24 April 2017 Reynand Al Khawarizmi.

Oleh Erik Purnama Putra

Dari dulu sebenarnya tangan ini sangat gatel ingin menulis tentang anak saya. Namun, akhirnya setelah berkali-kali tertunda akhirnya tulisan pertama ini terbit di blog ini. Reynand Al Khawarizmi namanya. Usianya sekarang sudah dua tahun sebulan pada 28 April 2017. Dia lahir di Malang pada 28 Maret 2015. Ketika dia lahir di dunia, saya tidak berada di sisinya. Pada malam ketika istri saya, Deviana Kuspriandani mulai menunjukkan tanda-tanda kelahiran, saya memilih tidak berada di kontrakan di Jalan Damai, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kontrakan saya berada di sebelah selatan markas Badan Intelijen Negara (BIN). Kala itu, saya memilih menghabiskan malam di kantor saja di Jalan Warung Buncit Raya Nomor 37, Jakarta Selatan. Saya benar-benar gelisah. Mulut ini terus merapal doa. Kadang berzikir. Sampai-sampai saya yang jarang, kali itu menunaikan shalat malam untuk menenangkan hati. Sebuah momen yang sepertinya akan terus membekas dalam memori saya. Sebuah momen menunggu kelahiran buah hari dari jarak ratusan kilometer. Continue reading

Dua menu makanan Thailand, yaitu Tom Yam Noodle Seafod dan Phoi Thai.

Dua menu makanan Thailand, yaitu Tom Yam Noodle Seafod dan Phoi Thai.

Jumat, 13 Januari 2017

Oleh Erik Purnama Putra

Menikmati makanan Thailand di sebuah restoran khusus yang menjual menu makanan negeri Gajah Putih merupakan pengalaman pertama dalam hidup. Pengalaman itu penulis dapat setelah mencicipi dua menu yang dijual gerai Pad Thai/Viet 24 yang termasuk salah satu pujasera Eat and Eat di Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Setelah melihat belasan menu yang diberikan pramusaji, penulis memilih dua dua makanan, yaitu Pho Tai dan Tom Yam Noodle Seafood. Penulis sengaja memesan dua menu tersebut lantaran memang menggemari makanan berkuah. Ternyata dua hidangan yang tersaji tersebut memunculkan rasa gurih ketika dicicipi. Akibat racikan bumbu yang meresap ke dalam makanan, rasa kedua menu tersebut sangat pas di lidah. Penulis seolah langsung jatuh cinta pada gigitan pertama terhadap keduanya.  Continue reading