Tag Archive: pasar minggu


Senin, 24 April 2017 Reynand Al Khawarizmi.

Oleh Erik Purnama Putra

Dari dulu sebenarnya tangan ini sangat gatel ingin menulis tentang anak saya. Namun, akhirnya setelah berkali-kali tertunda akhirnya tulisan pertama ini terbit di blog ini. Reynand Al Khawarizmi namanya. Usianya sekarang sudah dua tahun sebulan pada 28 April 2017. Dia lahir di Malang pada 28 Maret 2015. Ketika dia lahir di dunia, saya tidak berada di sisinya. Pada malam ketika istri saya, Deviana Kuspriandani mulai menunjukkan tanda-tanda kelahiran, saya memilih tidak berada di kontrakan di Jalan Damai, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kontrakan saya berada di sebelah selatan markas Badan Intelijen Negara (BIN). Kala itu, saya memilih menghabiskan malam di kantor saja di Jalan Warung Buncit Raya Nomor 37, Jakarta Selatan. Saya benar-benar gelisah. Mulut ini terus merapal doa. Kadang berzikir. Sampai-sampai saya yang jarang, kali itu menunaikan shalat malam untuk menenangkan hati. Sebuah momen yang sepertinya akan terus membekas dalam memori saya. Sebuah momen menunggu kelahiran buah hari dari jarak ratusan kilometer. Continue reading

Maskot DKI yang Terancam Punah

Salak condet yang baru dipetik.

Salak condet yang baru dipetik.

Jumat, 23 Januari 2015

Oleh A Syalaby Ichsan/Erik PP

Di tengah padatnya perumahan penduduk Jakarta, rimbunnya kebun salak masih bisa dinikmati. Di sisi Jalan Kayu Manis, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, lebih 5.000 pohon salak anggun berdiri. Dedurian penghias batang-batang pohon keluarga palem-paleman itu terlihat berjajar. Menjadi pelindung ‘buah ular’ yang berkumpul di dalam tandan.

Kebun salak seluas empat hektare itu milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebun itu menjadi salah satu peninggalan kejayaan salak condet (salacca edulis cognita), nama varietas buah tersebut pada masa lalu. Kini, salak dengan gabungan rasa sepat, manis dan asam itu tak bisa lagi ditemukan di pasaran. Maskot DKI Jakarta tersebut dikalahkan invasi salak pondoh yang dijual bebas pedagang kaki lima maupun di toko swalayan. Continue reading