Ahad, 16 April 2017 Mendikbud Muhadjir Effendy mengunjungi SMKN 4 Malang.

Oleh Erik Purnama Putra

Salah satu tugas pekerjaan besar yang ingin dituntaskan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) ialah ingin menciptakan tenaga kerja terampil. Selama ini, harus diakui salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah adalah minimnya tenaga kerja terampil. Stok pekerja memang melimpah, namun minim skill. Karena itulah, menurut pengakuan Muhadjir Effendy saat ditunjuk Presiden Jokowi menggantikan Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), salah satu tugas yang harus dikerjakannya terkait menciptakan tenaga kerja terampil. Salah satu jalan mewujudkan hal itu dengan memperbanyak pendidikan vokasi.

Selama ini, lulusan sekolah menengah umum (SMA) mendominasi dibandingkan SMK. Berdasarkan catatan Kemendikbud pada 2016, khusus untuk sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) jumlahnya baru 33 persen dibandingkan sekolah menengah atas negeri (SMAN) berjumlah 67 persen. Pada 2016, Kemendikbud membangun 341 gedung SMK. Tentu saja penambahan sekolah kejuruan harus linier dengan bertambahnya tenaga pendidik. Saat ini, jumlah guru SMK baru 270 ribu orang di seluruh Indonesia. Continue reading