Mahasiswa UMM.

Mahasiswa UMM.

Ahad, 11 Maret 2018

Oleh Erik Purnama Putra

Belakangan ini, isu pemakaian cadar di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijogo (UIN Suka) menjadi perbincangan di publik. Kebijakan Rektor UIN Suka Prof Yudian Wahyu melarang pemakaian cadar, menimbulkan kontroversi. Bahkan, isu itu seolah menyita perhatian warganet yang membahas kebijakan UIN Suka, yang dianggap antikeberagaman. Bahkan, ada yang mengait-kaitkan kebijakan itu sebagai bentuk pengekangan hak asasi manusia (HAM).

Apalagi, Rektor UIN suka sempat akan melakukan pembinaan dan menyebut cadar identik dengan pengikut ideologi tertentu alias ekstremis agama Islam. Pernyataan itu semakin menggelinding, seolah menjadi bola panas yang ditanggapi berbagai pihak. Hingga pada akhirnya, Prof Yudian Wahyu mengeluarkan surat bernomor B-1679/Un.02/R/AK.00.3/03/2018 mencantumkan perihal dengan keterangan Pencabutan Surat Tentang Pembinaan Mahasiswi Bercadar tertanggal 10 Maret 2018. Otomatis Surat Rektor No B-1301/Un02/R/AK.00.3/02/2018 tentang Pembinaan Mahasiswi Bercadar tidak berlaku lagi. Continue reading

Advertisements