Latest Entries »

Bahagia dengan Berbagi

Buku Bahagia Itu Mudah dan Ilmiah.

Buku Bahagia Itu Mudah dan Ilmiah.

Ahad, 16 Juli 2017

Oleh Erik Purnama Putra

Jika engkau bahagia dalam waktu satu jam, maka tidurlah di siang hari
Jika ingin bahagia dalam waktu satu hari, pergilah memancing

Jika ingin bahagia dalam waktu satu tahun, percepatlah memperoleh warisan
Namun jika ingin bahagia seumur hidup, jadikanlah menolong orang lain sebagai prinsip hidupmu.

Pepatah Cina yang tak diketahui pembuatnya itu kerap dikutip sebagai pembuka diskusi mengenai kebahagiaan. Pada era modern sekarang ini, kebahagiaan seolah menjadi barang mahal yang dicari banyak orang. Karena terbukti, level kebahagiaan itu berkaitan erat dengan menolong orang lain.

Berdasarkan eksperimen tiga ilmuwan, yaitu Sonja Libyumorsky, Tkatch, dan Yelverton pada 2004 tentang the power of giving menunjukkan hasil, tingkat rasa bahagia karena memberi itu ditentukan oleh bobot kasih sayang yang mendasari tindakan pemberinya. Pemberian yang didasari sikap kasih dan berorientasi prososial selalu jauh lebih bermaksa bagi sang pemberi. View full article »

Senin, 24 April 2017 Reynand Al Khawarizmi.

Oleh Erik Purnama Putra

Dari dulu sebenarnya tangan ini sangat gatel ingin menulis tentang anak saya. Namun, akhirnya setelah berkali-kali tertunda akhirnya tulisan pertama ini terbit di blog ini. Reynand Al Khawarizmi namanya. Usianya sekarang sudah dua tahun sebulan pada 28 April 2017. Dia lahir di Malang pada 28 Maret 2015. Ketika dia lahir di dunia, saya tidak berada di sisinya. Pada malam ketika istri saya, Deviana Kuspriandani mulai menunjukkan tanda-tanda kelahiran, saya memilih tidak berada di kontrakan di Jalan Damai, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kontrakan saya berada di sebelah selatan markas Badan Intelijen Negara (BIN). Kala itu, saya memilih menghabiskan malam di kantor saja di Jalan Warung Buncit Raya Nomor 37, Jakarta Selatan. Saya benar-benar gelisah. Mulut ini terus merapal doa. Kadang berzikir. Sampai-sampai saya yang jarang, kali itu menunaikan shalat malam untuk menenangkan hati. Sebuah momen yang sepertinya akan terus membekas dalam memori saya. Sebuah momen menunggu kelahiran buah hari dari jarak ratusan kilometer. View full article »