Latest Entries »

Senin, 24 April 2017 Reynand Al Khawarizmi.

Oleh Erik Purnama Putra

Dari dulu sebenarnya tangan ini sangat gatel ingin menulis tentang anak saya. Namun, akhirnya setelah berkali-kali tertunda akhirnya tulisan pertama ini terbit di blog ini. Reynand Al Khawarizmi namanya. Usianya sekarang sudah dua tahun sebulan pada 28 April 2017. Dia lahir di Malang pada 28 Maret 2015. Ketika dia lahir di dunia, saya tidak berada di sisinya. Pada malam ketika istri saya, Deviana Kuspriandani mulai menunjukkan tanda-tanda kelahiran, saya memilih tidak berada di kontrakan di Jalan Damai, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kontrakan saya berada di sebelah selatan markas Badan Intelijen Negara (BIN). Kala itu, saya memilih menghabiskan malam di kantor saja di Jalan Warung Buncit Raya Nomor 37, Jakarta Selatan. Saya benar-benar gelisah. Mulut ini terus merapal doa. Kadang berzikir. Sampai-sampai saya yang jarang, kali itu menunaikan shalat malam untuk menenangkan hati. Sebuah momen yang sepertinya akan terus membekas dalam memori saya. Sebuah momen menunggu kelahiran buah hari dari jarak ratusan kilometer. View full article »

Ahad, 16 April 2017 Mendikbud Muhadjir Effendy mengunjungi SMKN 4 Malang.

Oleh Erik Purnama Putra

Salah satu tugas pekerjaan besar yang ingin dituntaskan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) ialah ingin menciptakan tenaga kerja terampil. Selama ini, harus diakui salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah adalah minimnya tenaga kerja terampil. Stok pekerja memang melimpah, namun minim skill. Karena itulah, menurut pengakuan Muhadjir Effendy saat ditunjuk Presiden Jokowi menggantikan Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), salah satu tugas yang harus dikerjakannya terkait menciptakan tenaga kerja terampil. Salah satu jalan mewujudkan hal itu dengan memperbanyak pendidikan vokasi.

Selama ini, lulusan sekolah menengah umum (SMA) mendominasi dibandingkan SMK. Berdasarkan catatan Kemendikbud pada 2016, khusus untuk sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) jumlahnya baru 33 persen dibandingkan sekolah menengah atas negeri (SMAN) berjumlah 67 persen. Pada 2016, Kemendikbud membangun 341 gedung SMK. Tentu saja penambahan sekolah kejuruan harus linier dengan bertambahnya tenaga pendidik. Saat ini, jumlah guru SMK baru 270 ribu orang di seluruh Indonesia. View full article »