Category: Opini


Senin, 24 Juli 2017

Oleh Erik Purnama Putra

Dewasa ini, peran ayah dalam pembentukan karakter anak sangat besar. Ayah tidak bisa lagi hanya menugaskan ibu untuk mengurusi anak-anaknya. Meski sudah ada pembagian tugas, misalnya ayah bekerja mencari uang dan ibu mengurus rumah tangga, namun tetap diperlukan peran ayah dalam mengasuh atau merawat dan mendidik anak-anak.

Memang masih jamak ditemukan, ada pembagian tidak tertulis dalam sebuah keluarga kalau tugas ayah itu hanya mencari nafkah dan ibu mengurus anak-anak di rumah. Hal itu memang kelihatan ideal, tetapi pada praktiknya tak bisa diterapkan secara kaku. Sebaiknya ayah tetap wajib ikut menjaga interaksi dengan anaknya, seperti mengajaknya berbicara, bercanda, dan bermain. Continue reading

Advertisements

Ahad, 16 April 2017 Mendikbud Muhadjir Effendy mengunjungi SMKN 4 Malang.

Oleh Erik Purnama Putra

Salah satu tugas pekerjaan besar yang ingin dituntaskan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) ialah ingin menciptakan tenaga kerja terampil. Selama ini, harus diakui salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah adalah minimnya tenaga kerja terampil. Stok pekerja memang melimpah, namun minim skill. Karena itulah, menurut pengakuan Muhadjir Effendy saat ditunjuk Presiden Jokowi menggantikan Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), salah satu tugas yang harus dikerjakannya terkait menciptakan tenaga kerja terampil. Salah satu jalan mewujudkan hal itu dengan memperbanyak pendidikan vokasi.

Selama ini, lulusan sekolah menengah umum (SMA) mendominasi dibandingkan SMK. Berdasarkan catatan Kemendikbud pada 2016, khusus untuk sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) jumlahnya baru 33 persen dibandingkan sekolah menengah atas negeri (SMAN) berjumlah 67 persen. Pada 2016, Kemendikbud membangun 341 gedung SMK. Tentu saja penambahan sekolah kejuruan harus linier dengan bertambahnya tenaga pendidik. Saat ini, jumlah guru SMK baru 270 ribu orang di seluruh Indonesia. Continue reading