Category: Kisah


Paspor baru dan lama milik penulis.

Paspor baru dan lama milik penulis.

Ahad, 25 Maret 2019

Oleh Erik Purnama Putra

Pada Kamis (22/3), paspor elektronik (e-passport) berada di tangan. Ya, akhirnya paspor yang dibuat pada Senin (12/3) itu akhirnya sudah jadi. Pada Selasa (20/3), saya sempat mendatangi Imigrasi Jakarta Selatan (Jaksel) di Jalan Warung Buncit Raya 207. Saya datang untuk mengambil perpanjangan paspor milik sendiri dan punya istri. Kalau saya sebelumnya sudah pernah membuat paspor pada 2012, sementara istri saya baru kali ini mengurus pembuatan paspor. Namun, oleh petugas, setelah dicek ternyata paspor belum jadi.

Memang sesuai ketentuan, pengurusan paspor elektronik memakan waktu tujuh hari kerja. Berarti, Sabtu dan Ahad tidak dihitung. Namun, oleh petugas saya disuruh kembali dua hari lagi. Oke tidak masalah, lantaran rumah saya juga dekat. Benar, pada 22 Maret 2018, dua paspor berada di tangan. Saya yang mengambil paspor punya istri cukup menunjukkan foto kopi buku nikah kepada petugas yang kebetulan waktu itu dijaga seorang perempuan paruh baya. Continue reading

Advertisements
Di salah satu sudut Kota Praha.

Di salah satu sudut Kota Praha.

Selasa, 21 Februari 2017

Oleh Erik Purnama Putra

Salah satu aktivitas di luar rutinitas kerja sebagai wartawan, saya kerap kali membuat tulisan untuk diikutkan lomba jurnalistik.  Mengikuti lomba jurnalistik, tentu merupakan sebuah tantangan. Hal itu lantaran sebuah karya kadang memerlukan pengorbanan. Tentu tidak perlu dijelaskan apa saja pengorbanan yang sudah saya lakukan untuk membuat sebuah tulisan hingga memenangkan penghargaan.

Di luar semua itu, ada rasa kebanggaan setiap karya yang diikutkan dianggap juri layak menjadi pemenang. Memang tidak melulu menjadi juara pertama, namun menjadi finalis pun sudah patut diapresiasi. Mengapa? Hal itu lantaran  status finalis sudah menjamin untuk mendapatkan uang. Meski nominalnya kecil, namun hasil yang didapat dari lomba terasa berbeda dengan hasil dari aktivitas lain. Continue reading