Category: Jalan-Jalan


Penampilan kesenian lokal Madiun, dongkrek.

Penampilan kesenian lokal Madiun, dongkrek.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Oleh Erik Purnama Putra

Seorang lelaki tua bertongkat dikawal dua perempuan paruh baya berjalan beriringan. Disusul seorang ibu yang menggendong bapaknya yang sudah tua renta. Di belakang mereka, ada barisan buto (raksasa) yang tampak menari-nari.

Lelaki tua sakti itu mengalahkan segerombolan buto yang kehadirannya menyebabkan penduduk desa menderita. Setelah terbebas dari gangguan buto, iring-iringan masyarakat membawa tiga, yaitu sandang (pakaian), papan (rumah), dan alam, sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta. Continue reading

Kamis, 13 Oktober 2016 Di depan Katedral Saint Vitus.

Oleh Erik Purnama Putra

Saya beruntung berkesempatan berkunjung ke Republik Ceska, negara yang dijuluki 1.000 menara. Semakin beruntung pula bisa menjelajahi tiga kota utama di negara yang tidak memiliki laut ini. Pada akhir Agustus lalu, saya menjelajahi Kota Praha, Kutna Hora, dan Cesky Krumlov selama lima hari. Ada satu persamaan di antara tiga kota yang dikunjungi tersebut. Semua wilayah di negara pewaris Kerajaan Bohemia ini memiliki ciri khas adanya gereja, katedral, dan kapel yang tersebar di seantero negeri. Tidak salah, Republik Ceska dijuluki negeri seribu menara.

Kota tujuan utama saya adalah Praha. Untuk mencapai ibu kota yang memiliki sekitar 1,2 juta penduduk ini, saya membutuhkan waktu hampir sehari penerbangan dari Jakarta menggunakan maskapai KLM Royal Dutch. Maskapai milik pemerintah Belanda ini singgah di Bandara Internasional Kuala Lumpur dan Bandara Schiphol di Amsterdam, sebelum mendarat di Bandara Vaclav Havel di Praha. Berbeda jauh saat transit di Bandara Schiphol yang megah, saat sampai di Bandara Vaclav Havel sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hampir tidak ada tanda-tanda keramaian. Continue reading