Category: Ekonomi


Program rumah subsisi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Agen menawarkan program rumah subsisi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Jumat, 7 April 2017

Oleh Erik Purnama Putra

Mimpi Muhammad Ikhsan (34 tahun) memiliki rumah sendiri akhirnya terkabul. Sekitar enam tahun lalu, ia akhirnya menemukan rumah idamannya di kawasan Cibinong, Bogor. Sebelumnya, Ikhsan tidak pernah menyangka bisa mencicil kredit kepemilikan rumah (KPR) di Jabodetabek. Hal itu lantaran gaji yang diterimanya saat bekerja di perusahaan swasta di Jakarta terbilang tidak terlalu besar, meski di atas upah minimum provinsi (UMP). Di sisi lain, ia juga sudah bosan mengontrak lantaran sudah berstatus sebagai kepala keluarga.

Ikhsan mengatakan, pada awalnya ia cukup kesulitan ketika sedang berburu rumah di kawasan Depok hingga perbatasan Bogor. Dia memang mengincar rumah di lokasi yang agak jauh dari Jakarta untuk mendapatkan harga terjangkau. Kesabarannya mengikuti pameran dan rutin melakukan survei setiap akhir pekan membuahkan hasil manis. Keberuntungan seolah menghampirinya setelah Ikhsan menemukan lokasi perumahan yang disubsidi pemerintah. Meski terbilang masuk kategori rumah sangat sederhana (RSS), Ikhsan bersyukur bisa membeli rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Continue reading

Selasa, 13 Desember 2016 Jamaah Indonesia ketika berbelanja di toko Ali Murah kompleks Pasar Balad, Jeddah. Karena banyaknya pembeli asal Indonesia, transaksi di Pasar Balad bisa menggunakan uang rupiah

Oleh Erik Purnama Putra

Indah Wulandari merogoh-rogoh koceknya. Pada awal Desember ini, ia tengah berada di toko Karim Murah di Pasar Balad, Jeddah, usai menikmati rangkaian ibadah umrah di Madinah dan Makkah. Dia seolah tidak percaya, uang yang digenggamnya tinggal 90 riyal Arab Saudi. Padahal, botol parfum pesanan saudaranya yang sudah dipilihnya berharga 100 riyal.

Dia sempat bingung dengan kekurangan itu. Sempet terbersit ingin menukarkan uang rupiah ke riyal, namun terasa nanggung lantaran jumlah yang dibutuhkan sedikit. “Saya kira harganya murah. Ternyata uang sisa riyal kurang. Beruntung, kasirnya mau menerima uang Rp 100 ribu dan dikasih kembalian pakai riyal,” kata Indah mengenang salah satu kisah uniknya usai menjalani ibadah umrah,, Senin (12/12). Continue reading